Jalan-Jalan

Sweet Memories
“Surga Semeru”
Bukan asal mendaki, tapi proses dari perjalanan itu dan setiap kenangan dari gunung itulah yang selalu aku rindukan, seperti saat ini aku rindu semua warna yang ada disini. Alam ini diciptakan dengan jutaan misteri yang tidak kita ketahui. Bukan misteri yang membuat kita takut, tapi misteri yang membuat kita bergairah untuk mengetahuinya.
Wahai pencipta alam, kekagumanku sulit untuk kupendam, dari siang hingga malam pesonanya tak pernah padam.
Itulah pujian untuk negara Indonesia yang indah akan pemandangannya. Masih perjalanan ke Gunung tertinggi di pulau Jawa ini masuk dalam Taman Nasional Bromo Tengger Semeru yang terdiri dari pegunungan dan lembah seluas 50.273 hektar. Pintu pertama menuju puncak Mahameru adalah melalui kota Malang atau Lumajang yang membawa kamu ke Tumpang. Karena banyaknya pendaki di sana, maka tak heran jika kawasan Tumpang cukup ramai.
Dari Tumpang, kamu akan dibawa ke Ranu Pani (Ranu Pane), desa terakhir di kaki gunung Semeru selama kurang lebih 3 jam dengan jeep/truk sayuran. Perjalanan ke Ranu Pani searah dengan ke Bromo yakni melewati desa Ngadas. Sepanjang perjalanan menuju Ranu Pani, kamu akan melihat kondisi berliku-liku dan menanjak yang melewati bukit. Di pos Ranu Pani, para pendaki harus melakukan perijinan. Di sini, suasana dingin dan Mahameru sudah menanti kamu dengan begitu gagah. Mari kita mulai perjalanan mendaki.. 🙂
semeru-9
Jika kamu ingin melihat seperti apa danau di surga, beberapa pendaki yang sudah pernah ke Mahameru pasti akan menyebutkan nama Ranu Kumbolo. Salah satu titik terdingin di gunung Semeru ini adalah danau yang berada di tengah gunung dengan ketinggian 2.400 mdpl. Melihat Ranu Kumbolo dengan air super bening, kamu akan menyadari batas air dan cakrawala langit begitu tipis dengan cantiknya. Sungguh kuasa Tuhan yang sangat tidak terhingga indahnya.
#TANJAKAN CINTA
Bagi kamu yang sudah menonton film 5 CM, atau sudah pernah mendaki Semeru, pasti begitu paham dengan mitos Tanjakan Cinta. Tanjakan Cinta sebenarnya adalah bukit yang harus dilewati dari Ranu Kumbolo ke Oro Oro Ombo dengan Mahameru berdiri di baliknya dalam hamparan langit biru. Mitos menyebutkan apabila kamu melewati Tanjakan Cinta tanpa menoleh ke belakang dan memikirkan seseorang yang dicintai, maka cinta itu akan abadi. Lantas bagaimana dengan yang jomblo? Semoga tidak jomblo abadi .
#ORO ORO OMBO
Oro Oro (padang/savana) Ombo (luas) adalah jalur berikutnya menuju Mahameru. Jalur di Oro Oro Ombo tidak begitu menyusahkan karena kamu akan melewati padang yang begitu luas dengan hamparan rumput dan lavender. Sampai di sini, jangan lewatkan melihat pemandangan luar biasa di sekitarmu. Selama berjalan di Oro Oro Ombo, Mahameru akan mengintip di balik bukit yang membentang, seakan menunggu para pemberani menyapanya di atas.
#KALIMATI
Dinamakan pos Kalimati adalah karena di sekitar sana terdapat bekas sungai aliran lahar gunung Semeru yang sudah mati. Jangan lupa untuk mengisi kebutuhan air terakhir di Sumber Mani, sumber mata air terakhir sebelum puncak Sang Dewa. Dengan ketinggian 2.700 mdpl, para pendaki akan melawan dingin di tepi hutan cemara sambil beristirahat sebelum pendakian yang sebenarnya. Di sini para pendaki akan meninggalkan semua barang bawaan mereka dan hanya membawa air minum seadanya.
#ARCAPADHA
Menuju Arcapadha sangatlah berat, kamu akan melewati turunan dan hutan yang kemudian disambut tanjakan yang sangat terjal dan berdebu, karena Semeru memang gunung berapi yang masih aktif. Dinamakan Arcapadha (Arcopodo), karena di pos ini ada dua buah arca (patung) kembar yang misterius yang gosipnya hanya bisa dilihat orang-orang tertentu.
#Tugu Memoriam Soe Hok Gie
Yang tidak boleh kamu lupakan ketika berada di Mahameru adalah bertatap mata langsung dengan monumen Soe Hok Gie. Salah satu aktivis Indonesia ini meninggal di usia muda bersama sahabatnya, Idhan Lubis karena menghirup asap beracun dari kawah Mahameru.
#MAHAMERU
Lautan awan di Mahameru, Selamat datang di atap pulau Jawa, selamat datang di Mahameru, tempat tertinggi 3.676 mdpl yang membuat kamu tak bisa berkata-kata karena sangat luar biasa. Seperti dalam lagu, Mahameru sadarkan angkuhnya manusia, di sini kamu akan menyadari betapa manusia itu tak ada apa-apanya dalam kuasa Tuhan. Hamparan lautan awan yang sangat indah dan cuaca dingin Mahameru membuktikan sebuah ungkapan, “Semakin tinggi kita mendaki, semakin dekat hati kita dengan Sang Khalik”

semerustimahameru6

semeru-3676-mdpl